SINOPSIS DAN LINK DOWNLOAD BAD GENIUS THE SERIES EPISODE 2

 


Benk tinggal bersama ibunya yang memiliki usaha laundry baju. Ibunya yang menderita sakit punggung parah, terobsesi untuk menang undian lotre nasional.

Suatu hari, karena harus mengirimkan laundry ke pelanggan, Benk datang ke sekolah dengan membawa baju yang telah dicuci dengan motornya. Niatnya untuk parkir di area parkir motor ditolak oleh penjaga parkir sekolah. Karena tempat tersebut sudah disiapkan khusus untuk Pet dan mobilnya. Tanpa mau mengalah, Benk meninggalkan begitu saja motornya di sana dan bergegas masuk ke sekolah.

Lin dan Benk dipanggil oleh bu kepsek. Mereka diminta untuk mewakili sekolah dalam ajang Teen Genius. Benk awalnya menolak dengan alasan ingin berkonsentrasi untuk ujian. Bu kepsek kemudian memberitahu mereka bahwa pihak sekolah sudah memutuskan untuk menggunakan ajang tersebut untuk menentukan siapa di antara Benk dan Lin yang bakalan menerima beasiswa penuh pada tahun berikutnya. Pemenangnya ditentukan dari yang berhasil mendapatkan poin terbanyak dalam ajang tersebut.

Pada saat pertandingan berlangsung, Benk yang bernafsu untuk mengalahkan Lin justru nyaris membuat tim mereka kalah dari sekolah lain. Untunglah, setelah kembali diberi pengertian oleh Lin agar lebih tenang dan keduanya berhasil menjadi juara.

Pasca perlombaan, bu kepsek memberitahu bahwa Lin yang akan mendapatkan beasiswa penuh selama kelas 2. Benk diminta untuk belajar lebih giat agar bisa bersaing.

Benk mengantarkan ibunya ke rumah sakit untuk diperiksa. Lamanya antrian membuat Benk memberitahu bahwa ia sudah tidak lagi mendapatkan beasiswa dari sekolah. Lagi-lagi ibu Benk meminta Benk agar tidak usah memikirkan hal tersebut karena mereka masih punya waktu beberapa bulan sebelum waktunya membayar biaya sekolah.

Esok harinya, Pet dan Grace memperkenalkan Lin pada tiga orang klien mereka. Ada Ping yang menangani siaran radio di sekolah, Deak atlet renang yang sibuk latihan dan Tong pengagum berat Grace yang jago fotografi. Tanpa banyak basa basi, Lin memberitahu bahwa masing-masing dari mereka harus membayar 30rb kepadanya per semester. Sebagai gantinya, ia akan memberikan jawaban untuk 13 mata pelajaran. Tidak lupa Lin mengingatkan agar mereka semua tidak membocorkan hal tersebut pada siapa pun.

Cara menyontek yang digunakan kali ini adalah melalui gerakan jari Lin. 3 orang pelanggan merasa keberatan dan memaksa agar Lin mencari metode lain yang lebih gampang. Setelah semalaman berpikir, Lin menemukan metode baru yang lebih mudah. Yaitu dengan memanfaatkan jam dinding yang ada di depan kelas. Setelah satu jam berlangsung, Lin akan memberikan tanda dengan gerakan tangannya pada saat jarum jam bergerak di posisi tertentu.

Sebelum ujian berlangsung, guru pengawas datang bersama Benk. Karena terlambat, Benk diikutsertakan untuk ujian di kelas Lin. Tidak itu saja, ia diminta untuk duduk di sebelah Lin.

Tak lama ujian pun dimulai. Awalnya, trik Lin dkk berjalan lancar. Hingga tiba-tiba Benk mempertanyakan sikap Lin yang menurutnya terlalu banyak bergerak. Apesnya, sikap Benk justru membuat guru pengawas curiga. Hal itu berujung pada Benk yang panik dan tanpa sengaja menjatuhkan secarik kertas dari saku bajunya. Benk mati-matian mempertahankan kertas tersebut, namun tidak kuasa menahannya dari rebutan guru pengawas. Tanpa disangka, kertas tersebut berisi daftar alamat pengiriman pelanggan laundry. Guru pengawas pun berniat untuk menggeledah barang bawaan Benk secara keseluruhan. Hal itu membuat Benk syok dan akhirnya muntah di meja.

Setelah ujian selesai, Benk memberitahu ibunya bahwa ia ingin keluar dari sekolah. Beberapa saat kemudian, Lin muncul di depan rumah Benk. Setelah berbasa-basi, Lin menceritakan bahwa ia sudah meminta bu kepsek untuk menyerahkan jatah beasiswanya kepada Benk. Lin berdalih bahwa ayahnya baru saja menang lotre.

Sebagai ganti beasiswa, Benk lalu memberitahu Lin bahwa ia bisa mengirimkan pakaian kepadanya untuk di-laundry kapan pun secara gratis.

Benk lalu mengantar Lin pulang dengan naik bus.