XAIFAM

REVIEW SERIES DAN FILM

  • Home
  • Concert
  • Drop Down
    • Minimal
    • Sub Menu with Subs
      • Feminist
      • Persona
      • Expose
    • Powergame
    • Fashion
  • Restaurant

Episode 2 dilanjutkan dengan MACK, DEKE dan FREEDY yang lari dari kejaran polisi. Mereka akan menuju dermaga untuk melakukan pengiriman serum dengan kedok miras.

Sedangkan Coulson, Quake, Simmons, Yo yo sedang mengobati si cewek yg kena tembak kemarin. Tiba-tiba Polisi datang untuk mencari Freedy dan memeriksa bar Koenig. Polisi pun pergi karna menemukan mobil mereka dan menyusul Freedy CS yang menggunakan kereta.

Simmons pun mengintrogasi siapa cewek itu dan menemukan sebutir cairan hijau. Dicek lah cairan tersebut, dan ternyata cairan tersebut adalah bahan utama yang digunakan Red Skull dan pembuatan tentara super. Kemudian terjadi perdebatan antara Coulson dan Quake, Quake tidak ingin serum tersebut terkirim, karna akan mengakibatkan banyak korban di masa depan, sedangkan Coulson tidak ingin merusak timeline.

Seketika wolkitolki pun berbunyi, ternyata May sadar lebih cepat dan ingin membantu Mack dan Deke. Coulson CS pun bergegas kembali ke pasawat dan membawa si Kembar Koenig karna cuma dia yang tahu tempat pengiriman serum tersebut.

Adegan beralih ke Enoch yang mencoba menghentikan May dan terjadilah pertarungan antar rekan kerja.

Coulson CS sampai ke pesawat sebelum Enoch semakin dibully. May tak kaget melihat Coulson yg hidup kembali. Karna reaksi tersebut May disuntik agar tenang dan dicek ulang.

Coulson pun membuka penutup si Koenig dan booom. Koenig kaget melihat sekeliling. Koenig mengira bahwa Coulson CS adalah alien. Coulson pun menjelaskan kalau mereka daripada masa depan.

Tiba-tiba alarm pesawat berbunyi, Simmons menjelaskan bahwa pesawat akan kembali ke masa depan dalam waktu 16 menit. Coulson pun memerintahkan Quake, Enoch dan Koenig untuk membantu dan menjemput Mack dan Deke.

Quake pun menghubungi Deke. Quake menyuruh Deke mengawasi gerak-gerik Freedy, karna Deke membawa pistol. Disuruhlah si Deke agar menembak Freedy karna Freedy adalah Ayah dari Gideon Malick.

Mack pun menemukan serum di dalam miras, Deke menjelaskan bahwa dia adalah Malick sambil menodongkan pistol. Mack pun menghentikan Deke dengan bacotannya. Deke pun lebih memilih menambak 2 robot polisi di belakang Freedy. Terjadilah adu tembak.

Mack langsung gass by one karena kalah persenjataan. Coulson CS pun datang membantu mereka. Dan adu tembak versi 2 berlangsung.

Freedy pergi, Enoch dan Koenig mengejarnya. Perbincangan singkat terjadi antara Freedy dan Koenig, karena rayuan Koenig gagal, dia pun ditembak tapi sayangnya gak mati. Freedy pun melenggang pergi begitu saja.

Sementar itu waktu tinggal beberapa detik, Enoch pun diberi sorakan semangat biar larinya tambah cepet. Dan clingg!!!

Pesawat pun hilang, Enoch pun tinggal dimasalulu menemani Koenig sebagai bartender.

Bersambung teman-teman.


0
Share


Biar kalian gak terlalu bingung, lihat dulu season 1 sampai 6. Kalau mau bingung ya urusan kalian teman-teman.

 

Episode 1 dibuka dengan timeline 1931 di NEWYORK. 3 petugas polisi sedang menunggu seseorang, tapi malah kedatangan 3 robot chronicom dan mengambil wajah polisi tersebut dengan membunuh dan menyedotnya. Lalu membunuh seseorang yang ternyata agen minuman keras.

Kemudian timeline ganti ke masa sekarang, dimana Coulson di hidupkan kembali menggunakan perangkat chronicom. Quake dengan keceplosannya nyebut si Coulson robot. Karna robot, semua data masa lalu dan kini, membanjiri otak Coulson yang sedang shock dan di shutdown oleh Mack.  Mack kemudian meminta Simmons menjelaskan semuanya.

Sesampainya di timeline 1931 Simmons menjelaskan semuanya, tentang rencana kaum chronicom, mengapa harus tahun 1931 dan mesin waktu. Lalu Simmons memperkenalkan Enoch dan ruang kendali pesawat terbaru mereka. Simmons pun membujuk Mack untuk menggagalkan rencana kaum chronicom, Mack pun setuju dan menyuruh Deke membeli pakaian.

Mack kembali menemui Coulson, untuk membujuknya agar mau membantu untuk menggagalkan rencana kaum chronicom, Coulson pun setuju. Simmons dan Enoch pun datang membawa berita tentang 3 mayat tanpa wajah yg merupakan penghapusan untuk mendapatkan identitas. Mack, Coulsen, Quake dan Deke pun wusss mencari TKP tersebut.

Sesampainya di TKP ada 3 mayat tanpa wajah dan 1 mayat normal yg memberi petunjuk tentang miras dan berujung ke Swordfish. Mack dan Coulsen pun mencari petunjuk tersebut. Sedangkan Deke dan Quake mengidentifikasi 3 mayat tanpa wajah.

Di dalam pesawat, Enoch sedang memperbaiki May. Simmons pun memberi kabar bahwa Yo Yo sudah sembuh dan memberinya tangan baru.

Kembali ke Mack dan Coulson, mereka menemukan tempat yg sesuai petunjuk. Coulson pun bertanya ke bartender dan ingin menemui bos mereka dengan nama samaran Gemini. Karena bartender merasa akan digrebek dan berpikir bahwa agen miras dibunuh oleh mereka, akhirnya terjadi pertarungan singkat.  Si bos pun datang dan ternyata dia adalah si kembar Koenig.

Adegan beralih ke TKP. Deke berhasil mengindentifikasi 2 mayat. Sedangkan Quake berjaga di depan karna ada polisi yg datang, polisi tersebut adalah si 3 robot yang berhasil mengambil wajah polisi di TKP. Robot 1 menyuruh Robot 3 untuk membunuh Quake. Dan Robot ke 2 masuk kedalam TKP, Deke berhasil menusuk leher Robot ke 2 dan lari. Si Robot ke 3 pun bertarung dengan Quake. Setelah berhasil membuat Robot ke 3 pingsan, Quake dan Deke kebur menggunakan truk untuk membawa Robot ke 3.

Sesampainya di pesawat, Robot 3 diintrogasi untuk mencari apa yang kaum chronicom rencanakan. Di bar, Mack dan Coulson menemukan petunjuk dari Koenig. Mereka berpikir Gubernur lah yang diincar. Mereka pun pergi ke acara gubernur dan menjaganya.

Saat mereka menjaga gubernur. Hasil introgasi keluar dan yang incar adalah Freedy. Quake CS datang tepat waktu sebelum Freedy dibunuh, lalu terjadilah pertempuran singkat, Quake versus Robot 1 dan Coulson versus Robot 2. Sedangkan Mack dan Deke menyelamatkan Freedy dan membawanya ke tempat yang Freedy tuju.

Coulson dan Quake pun kembali ke bar si Kembar Koenig dengan membawa 1 wanita. Lalu si Kembar Koenig mengatakan bahwa Freedy adalah Malick, pemimpin Hydra di masa mendatang. Coulsen dan Quake harus menyalamatkan Hydra jika ingin SHIELD tetap ada.

Adegan beralih ke pesawat, dimana Enoch mencari May. Dan ternyata May diatas atap seperti SPIDERMAN.

 

Bersambung teman-teman....

 

0
Share

 


Grace yang merupakan bagian Klub Drama akhirnya tampil di drama panggung. Dia memerankan perannya dengan sangat baik hingga mengeluarkan air mata sungguhan. Lin, Pet, dan Benk terkagum-kagum dengan akting Grace yang meyakinkan. Bahkan Pet dan Benk sampai meneteskan air mata.

Usai pertunjukan, Benk mengungkapkan kekagumannya pada para anggota klub drama. Termasuk Grace. Ia yakin tidak gampang bagi mereka untuk berlatih akting sembari terus mempertahankan nilai pelajaran mereka. Lin terdiam mendengarnya.

Tak lama Pet menghampiri keduanya. Benk bergegas pergi meninggalkan mereka karena malas ngobrol dengan Pet.

Sesaat kemudian Grace datang. Lin sempat menanyakan bagaimana Grace bisa tampil penuh perasaan sampai mengeluarkan air mata. Sebelum menjawab, Grace sempat terdiam dan meneteskan air mata. Membuktikan bahwa ia memang jago melakukannya. Setelah itu ia baru memberitahu rahasianya. Yaitu dengan cara diam-diam mencubit pahanya sendiri hingga kesakitan. Meskipun begitu, Grace mengaku tidak yakin bisa mendapat peran utama pada pertunjukan mereka berikutnya. Pasalnya, Claire yang menjadi saingan utamanya memiliki paras yang lebih cantik.

Setelah selesai, Pet dan Grace berduaan di mobil. Pet memuji kecantikan Grace jauh di atas Claire. Lalu Pet mencium pipi dan leher Grace, saat Pet hendak mencumbunya, Grace mengingatkan bahwa mereka sudah berjanji untuk tidak terburu-buru berbuat yang terlalu jauh. Meski terlihat kecewa, Pet lantas menghentikan aksinya.

Lin cs kembali menghadapi ujian. Benk juga kembali ikut di kelas mereka, walau tempat duduknya kini tidak tepat bersebelahan dengan Lin.

Seperti sebelumnya, Lin menggunakan perantara jam dan gerakan tangan untuk menyampaikan contekan pada Grace cs. Segala sesuatunya berjalan lancar. Benk sempat mendadak memanggil guru pengawas. Namun ternyata ia hanya menanyakan apakah lembar jawabannya ditinggal di kursi atau diserahkan ke meja guru apabila ia sudah selesai menjawab.

Usai memberikan contekan, Lin mengumpulkan lembar jawabannya ke guru pengawas. Tiba-tiba ibu guru tersebut melihat salah seorang murid bertingkah laku aneh. Ia adalah Moo. Saat digeledah, Moo ternyata memiliki secarik kertas yang berisi kunci jawaban dari seseorang. Karena tidak mau mengaku siapa yang memberikan kertas tersebut, ibu guru pengawas langsung membatalkan ujian dan meminta semua murid berhenti mengerjakan.

Lin, Pet, dan Grace melihat bahwa kunci jawaban yang dimiliki Moo sama persis dengan contekan yang ia beri. Ketiganya jadi curiga ada salah satu di antara ‘pelanggan’ mereka yang membocorkan contekan tersebut ke orang lain. Sayangnya, tidak ada satu pun dari mereka yang mengaku melakukannya. Lin lantas meminta Grace untuk menanyakan langsung pada Moo mengingat Moo juga merupakan anggota klub drama.

Sementara itu, Benk kembali terkena getahnya. Karena duduk tepat di depan Moo, guru pengawas mengira Benk adalah orang yang memberi contekan pada Moo.

Keluar dari ruang guru, Benk melihat Moo sedang bersama Grace di dalam kelas. Ia lalu ikut masuk ke kelas. Grace pun pergi, lalu Benk menanyakan pada Moo siapa yang telah memberi contekan kepadanya. Moo tidak mau mengaku dengan alasan tidak mau mengkhianati temannya.

Malam harinya, Grace menghubungi Pet dan menceritakan bahwa Moo tidak mau memberitahukan siapa yang sudah memberikannya contekan. Grace sempat heran dengan suara Pet yang terdengar aneh. Pet mengaku sedang olahraga angkat berat. Tanpa diketahui Grace, Pet sebenarnya sedang asik berhubungan intim dengan Claire.

Saat di sekolah, Benk mengajak Lin berdiskusi masalah kasus Moo. Dari denah kursi pada saat ujian, Benk curiga bahwa Grace-lah yang telah memberikan contekan pada Moo. Tidak secara langsung, melainkan melalui Claire dan Bus. Bus juga merupakan anggota klub drama.

Tidak ingin Benk curiga pada Grace, Lin berusaha sebisa mungkin membantah dugaan Benk. Pada akhirnya Benk menyerah dan akan memikirkan kemungkinan yang lain.

Kendati demikian, teori Benk membuat Lin berpikir ulang. Makin lama ia makin yakin bahwa benar Grace yang sudah memberi contekan pada Moo.

Esok harinya, Lin mengajak Grace berbicara empat mata untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, Grace mengaku tidak melakukannya. Sikapnya itu membuat Lin iba dan merasa bersalah. Ia pun memeluk Grace sembari meminta maaf. Tanpa disadari, Grace pada saat itu sedang mencubit pahanya agar bisa pura-pura menangis.

Grace bertemu dengan Tong di lab komputer. Kepada Tong, Grace mengaku bahwa memang benar ia yang memberi contekan pada Moo. Sebenarnya bukan pada Moo, melainkan pada Claire. Ia juga bingung kenapa kertas contekan yang ia berikan bisa berpindah ke Moo. Grace sendiri mengaku bahwa ia melakukannya karena Claire berjanji akan mundur dari audisi pemeran utama pertunjukan drama apabila Grace membantunya dalam ujian.

Tau Tong mengaguminya, Grace merayu Tong agar ia mau berpura-pura mengaku sebagai pelakunya. Awalnya Tong menolak karena sikap Grace yang selama ini acuh kepadanya. Namun karena Grace mengatakan bahwa Pet yang selalu melarangnya berbicara dengan Tong, hati Tong pun luluh.

Sesuai rencana, Tong mengaku pada Pet dan Lin bahwa ialah yang memberi contekan pada Moo. Tidak ingin Benk mendapat masalah gara-gara insiden tersebut, Lin meminta Tong mendatangi guru pengawas dan mengaku langsung di depannya. Pet dan Grace pada akhirnya berhasil meyakinkan Lin agar Tong tidak perlu melakukannya.

Hasil audisi klub drama diumumkan. Di luar harapan Grace, Claire terpilih sebagai pemeran utama pertunjukan klub mereka. Claire mengaku hal itu di luar campur tangannya. Saat contekan jawaban pada Bus, Bus sangat berterimakasih pada Claire. Dan sebagai balasannya, Bus berjanji akan menjadikan Claire pemeran utama di klub mereka, bahkan sampai nantinya ia lulus.

Dengan lemas Grace teringat kembali saat dimana ia bertemu dengan Tong. Sebelum membuat jawaban, Tong ternyata sempat bertanya apa imbalan yang bisa diberikan Grace kepadanya. Karena terdesak, Grace menjawab bahwa ia memberikan segalanya untuk Tong. Setelah memastikan jawaban Grace, perlahan tangan Tong meraba masuk ke dalam rok Grace.


0
Share

 


Benk tinggal bersama ibunya yang memiliki usaha laundry baju. Ibunya yang menderita sakit punggung parah, terobsesi untuk menang undian lotre nasional.

Suatu hari, karena harus mengirimkan laundry ke pelanggan, Benk datang ke sekolah dengan membawa baju yang telah dicuci dengan motornya. Niatnya untuk parkir di area parkir motor ditolak oleh penjaga parkir sekolah. Karena tempat tersebut sudah disiapkan khusus untuk Pet dan mobilnya. Tanpa mau mengalah, Benk meninggalkan begitu saja motornya di sana dan bergegas masuk ke sekolah.

Lin dan Benk dipanggil oleh bu kepsek. Mereka diminta untuk mewakili sekolah dalam ajang Teen Genius. Benk awalnya menolak dengan alasan ingin berkonsentrasi untuk ujian. Bu kepsek kemudian memberitahu mereka bahwa pihak sekolah sudah memutuskan untuk menggunakan ajang tersebut untuk menentukan siapa di antara Benk dan Lin yang bakalan menerima beasiswa penuh pada tahun berikutnya. Pemenangnya ditentukan dari yang berhasil mendapatkan poin terbanyak dalam ajang tersebut.

Pada saat pertandingan berlangsung, Benk yang bernafsu untuk mengalahkan Lin justru nyaris membuat tim mereka kalah dari sekolah lain. Untunglah, setelah kembali diberi pengertian oleh Lin agar lebih tenang dan keduanya berhasil menjadi juara.

Pasca perlombaan, bu kepsek memberitahu bahwa Lin yang akan mendapatkan beasiswa penuh selama kelas 2. Benk diminta untuk belajar lebih giat agar bisa bersaing.

Benk mengantarkan ibunya ke rumah sakit untuk diperiksa. Lamanya antrian membuat Benk memberitahu bahwa ia sudah tidak lagi mendapatkan beasiswa dari sekolah. Lagi-lagi ibu Benk meminta Benk agar tidak usah memikirkan hal tersebut karena mereka masih punya waktu beberapa bulan sebelum waktunya membayar biaya sekolah.

Esok harinya, Pet dan Grace memperkenalkan Lin pada tiga orang klien mereka. Ada Ping yang menangani siaran radio di sekolah, Deak atlet renang yang sibuk latihan dan Tong pengagum berat Grace yang jago fotografi. Tanpa banyak basa basi, Lin memberitahu bahwa masing-masing dari mereka harus membayar 30rb kepadanya per semester. Sebagai gantinya, ia akan memberikan jawaban untuk 13 mata pelajaran. Tidak lupa Lin mengingatkan agar mereka semua tidak membocorkan hal tersebut pada siapa pun.

Cara menyontek yang digunakan kali ini adalah melalui gerakan jari Lin. 3 orang pelanggan merasa keberatan dan memaksa agar Lin mencari metode lain yang lebih gampang. Setelah semalaman berpikir, Lin menemukan metode baru yang lebih mudah. Yaitu dengan memanfaatkan jam dinding yang ada di depan kelas. Setelah satu jam berlangsung, Lin akan memberikan tanda dengan gerakan tangannya pada saat jarum jam bergerak di posisi tertentu.

Sebelum ujian berlangsung, guru pengawas datang bersama Benk. Karena terlambat, Benk diikutsertakan untuk ujian di kelas Lin. Tidak itu saja, ia diminta untuk duduk di sebelah Lin.

Tak lama ujian pun dimulai. Awalnya, trik Lin dkk berjalan lancar. Hingga tiba-tiba Benk mempertanyakan sikap Lin yang menurutnya terlalu banyak bergerak. Apesnya, sikap Benk justru membuat guru pengawas curiga. Hal itu berujung pada Benk yang panik dan tanpa sengaja menjatuhkan secarik kertas dari saku bajunya. Benk mati-matian mempertahankan kertas tersebut, namun tidak kuasa menahannya dari rebutan guru pengawas. Tanpa disangka, kertas tersebut berisi daftar alamat pengiriman pelanggan laundry. Guru pengawas pun berniat untuk menggeledah barang bawaan Benk secara keseluruhan. Hal itu membuat Benk syok dan akhirnya muntah di meja.

Setelah ujian selesai, Benk memberitahu ibunya bahwa ia ingin keluar dari sekolah. Beberapa saat kemudian, Lin muncul di depan rumah Benk. Setelah berbasa-basi, Lin menceritakan bahwa ia sudah meminta bu kepsek untuk menyerahkan jatah beasiswanya kepada Benk. Lin berdalih bahwa ayahnya baru saja menang lotre.

Sebagai ganti beasiswa, Benk lalu memberitahu Lin bahwa ia bisa mengirimkan pakaian kepadanya untuk di-laundry kapan pun secara gratis.

Benk lalu mengantar Lin pulang dengan naik bus.


0
Share

 


Series yang saya review kali ini adalah BAD GENIUS. Terdapat 4 tokoh yg perlu diingat.

Pertama Lin. Kedua  Grace. Ketiga Pet. Keempat Benk.

Series ini dibuka dengan babak final kejuaraan kosakata tingkat SMP, antara Lin dan Sorawit. Karena Sorawit susah diingat, saya ganti dengan mas pink.

Saat terdesak dan ngebet juara, mas pink mengeluarkan jurus pamungkas dengan menjatuhkan penghapus lalu ditukar dengan milik gurunya. Lin tahu hal itu dan membalasnya dengan kosakata Cheaters sebagai pembuka Episode 1.

Semester Pertama dimulai.

Lin masuk ke sekolah yg sangat mahal dengan beasiswa yg dia dapatkan. Teman pertamanya adalah Grace. Awal mula mereka berteman karena Grace ingin lolos audisi drama dengan bantuan Lin. Bantuan pertama adalah nyanyi. Bantuan kedua adalah nilai. Grace harus mendapat nilai tinggi untuk lolos audisi, jadi mereka belajar matematika dengan soal yg didapat dari bimbel.

UTS Matematika dimulai. Lin menyadari ternyata soal tersebut sama persis dengan soal yg Grace dapat, berarti guru tersebut melakukan kecurangan. Lin pun melakukan trik sama seperti pas kompetisi dan memberikannya ke Grace.  Hasilnya pun sempurna dan guru bimbel tersebut menggertak mereka.

Sebagai hadiah, Grace mengajak Lin bertemu Pet untuk makan malam. Pet lalu menawari Lin untuk membantu ujiannya tapi dibayar. Karena Lin mengetahui bahwa ayahnya ngutang dan beasiswanya tidak full tapi dibagi 2 dengan Benk, tawaran tersebut diterima Lin dengan 3 syarat.

UAS Matematika dimulai. Lin melakukan trik sama seperti pas UTS. Tapi itu hanya sebuah jebakan untuk guru bimbel. Jebakan tersebut sukses dan guru bimbel mengakui semuanya dan direkam Lin. Padahal Lin hanya mengertak guru bimbel tersebut tapi si Pet malah menyebarkan rekaman tersebut dan guru bimbel pun dipecat.

Episode 1 diakhiri dengan mata Lin yang berkaca-kaca.

Bersambung ya teman-teman.


0
Share
Beranda
Copyright © 2015 XAIFAM

Created By ThemeXpose