Grace yang merupakan bagian Klub
Drama akhirnya tampil di drama panggung. Dia memerankan perannya dengan sangat
baik hingga mengeluarkan air mata sungguhan. Lin, Pet, dan Benk terkagum-kagum
dengan akting Grace yang meyakinkan. Bahkan Pet dan Benk sampai meneteskan air
mata.
Usai pertunjukan, Benk
mengungkapkan kekagumannya pada para anggota klub drama. Termasuk Grace. Ia
yakin tidak gampang bagi mereka untuk berlatih akting sembari terus
mempertahankan nilai pelajaran mereka. Lin terdiam mendengarnya.
Tak lama Pet menghampiri
keduanya. Benk bergegas pergi meninggalkan mereka karena malas ngobrol dengan
Pet.
Sesaat kemudian Grace datang. Lin
sempat menanyakan bagaimana Grace bisa tampil penuh perasaan sampai
mengeluarkan air mata. Sebelum menjawab, Grace sempat terdiam dan meneteskan
air mata. Membuktikan bahwa ia memang jago melakukannya. Setelah itu ia baru
memberitahu rahasianya. Yaitu dengan cara diam-diam mencubit pahanya sendiri
hingga kesakitan. Meskipun begitu, Grace mengaku tidak yakin bisa mendapat
peran utama pada pertunjukan mereka berikutnya. Pasalnya, Claire yang menjadi
saingan utamanya memiliki paras yang lebih cantik.
Setelah selesai, Pet dan Grace
berduaan di mobil. Pet memuji kecantikan Grace jauh di atas Claire. Lalu Pet
mencium pipi dan leher Grace, saat Pet hendak mencumbunya, Grace mengingatkan
bahwa mereka sudah berjanji untuk tidak terburu-buru berbuat yang terlalu jauh.
Meski terlihat kecewa, Pet lantas menghentikan aksinya.
Lin cs kembali menghadapi ujian.
Benk juga kembali ikut di kelas mereka, walau tempat duduknya kini tidak tepat
bersebelahan dengan Lin.
Seperti sebelumnya, Lin
menggunakan perantara jam dan gerakan tangan untuk menyampaikan contekan pada
Grace cs. Segala sesuatunya berjalan lancar. Benk sempat mendadak memanggil guru
pengawas. Namun ternyata ia hanya menanyakan apakah lembar jawabannya ditinggal
di kursi atau diserahkan ke meja guru apabila ia sudah selesai menjawab.
Usai memberikan contekan, Lin
mengumpulkan lembar jawabannya ke guru pengawas. Tiba-tiba ibu guru tersebut
melihat salah seorang murid bertingkah laku aneh. Ia adalah Moo. Saat
digeledah, Moo ternyata memiliki secarik kertas yang berisi kunci jawaban dari
seseorang. Karena tidak mau mengaku siapa yang memberikan kertas tersebut, ibu
guru pengawas langsung membatalkan ujian dan meminta semua murid berhenti
mengerjakan.
Lin, Pet, dan Grace melihat bahwa
kunci jawaban yang dimiliki Moo sama persis dengan contekan yang ia beri.
Ketiganya jadi curiga ada salah satu di antara ‘pelanggan’ mereka yang
membocorkan contekan tersebut ke orang lain. Sayangnya, tidak ada satu pun dari
mereka yang mengaku melakukannya. Lin lantas meminta Grace untuk menanyakan
langsung pada Moo mengingat Moo juga merupakan anggota klub drama.
Sementara itu, Benk kembali
terkena getahnya. Karena duduk tepat di depan Moo, guru pengawas mengira Benk
adalah orang yang memberi contekan pada Moo.
Keluar dari ruang guru, Benk
melihat Moo sedang bersama Grace di dalam kelas. Ia lalu ikut masuk ke kelas.
Grace pun pergi, lalu Benk menanyakan pada Moo siapa yang telah memberi
contekan kepadanya. Moo tidak mau mengaku dengan alasan tidak mau mengkhianati
temannya.
Malam harinya, Grace menghubungi
Pet dan menceritakan bahwa Moo tidak mau memberitahukan siapa yang sudah
memberikannya contekan. Grace sempat heran dengan suara Pet yang terdengar aneh.
Pet mengaku sedang olahraga angkat berat. Tanpa diketahui Grace, Pet sebenarnya
sedang asik berhubungan intim dengan Claire.
Saat di sekolah, Benk mengajak
Lin berdiskusi masalah kasus Moo. Dari denah kursi pada saat ujian, Benk curiga
bahwa Grace-lah yang telah memberikan contekan pada Moo. Tidak secara langsung,
melainkan melalui Claire dan Bus. Bus juga merupakan anggota klub drama.
Tidak ingin Benk curiga pada
Grace, Lin berusaha sebisa mungkin membantah dugaan Benk. Pada akhirnya Benk
menyerah dan akan memikirkan kemungkinan yang lain.
Kendati demikian, teori Benk
membuat Lin berpikir ulang. Makin lama ia makin yakin bahwa benar Grace yang sudah
memberi contekan pada Moo.
Esok harinya, Lin mengajak Grace
berbicara empat mata untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Dengan mata
berkaca-kaca, Grace mengaku tidak melakukannya. Sikapnya itu membuat Lin iba
dan merasa bersalah. Ia pun memeluk Grace sembari meminta maaf. Tanpa disadari,
Grace pada saat itu sedang mencubit pahanya agar bisa pura-pura menangis.
Grace bertemu dengan Tong di lab
komputer. Kepada Tong, Grace mengaku bahwa memang benar ia yang memberi
contekan pada Moo. Sebenarnya bukan pada Moo, melainkan pada Claire. Ia juga
bingung kenapa kertas contekan yang ia berikan bisa berpindah ke Moo. Grace
sendiri mengaku bahwa ia melakukannya karena Claire berjanji akan mundur dari
audisi pemeran utama pertunjukan drama apabila Grace membantunya dalam ujian.
Tau Tong mengaguminya, Grace
merayu Tong agar ia mau berpura-pura mengaku sebagai pelakunya. Awalnya Tong
menolak karena sikap Grace yang selama ini acuh kepadanya. Namun karena Grace
mengatakan bahwa Pet yang selalu melarangnya berbicara dengan Tong, hati Tong
pun luluh.
Sesuai rencana, Tong mengaku pada
Pet dan Lin bahwa ialah yang memberi contekan pada Moo. Tidak ingin Benk
mendapat masalah gara-gara insiden tersebut, Lin meminta Tong mendatangi guru
pengawas dan mengaku langsung di depannya. Pet dan Grace pada akhirnya berhasil
meyakinkan Lin agar Tong tidak perlu melakukannya.
Hasil audisi klub drama
diumumkan. Di luar harapan Grace, Claire terpilih sebagai pemeran utama
pertunjukan klub mereka. Claire mengaku hal itu di luar campur tangannya. Saat
contekan jawaban pada Bus, Bus sangat berterimakasih pada Claire. Dan sebagai
balasannya, Bus berjanji akan menjadikan Claire pemeran utama di klub mereka, bahkan
sampai nantinya ia lulus.
Dengan lemas Grace teringat
kembali saat dimana ia bertemu dengan Tong. Sebelum membuat jawaban, Tong
ternyata sempat bertanya apa imbalan yang bisa diberikan Grace kepadanya.
Karena terdesak, Grace menjawab bahwa ia memberikan segalanya untuk Tong.
Setelah memastikan jawaban Grace, perlahan tangan Tong meraba masuk ke dalam
rok Grace.